Langsung ke konten utama

Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa

Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

KETIKA dia memasuki Klung-kung, kota itu masih diselimuti embun pagi. Kesunyian pagi dipecah oleh derap kaki kuda yang ditungganginya. Sesampainya di depan pura besar yang terletak dipersimpangan jalan seharusnya dia membelok ke kiri. Tapi karena hari masih terlalu pagi diputuskannya untuk menghangati perutnya dengan secangkir kopi lebih dulu di kedai yang terletak tak berapa jauh dari persimpangan itu.

Meskipun hari masih pagi di dalam kedai sudah penuh oleh pengunjung. Laki-laki yang baru datang ini duduk di tempat yang masih lowong sementara pemilik kedai melayaninya. Beberapa orang tamu memandang kepadanya lalu meneruskan menyantap kue-kue atau menghirup minumannya. Beberapa diantara mereka meneruskan percakapan yang tadi terhenti karena kedatangan pengunjung baru ini.

"Semarak kota Klungkung kini semakin tambah dengan kedatangannya orang baru itu," berkata seorang laki-laki sambil memandang pada cangkir kupinya. Umurnya kira-kira lima puluhan.

"Sudah seminggu ini tentang penduduk baru itu saja yang dipercakapkan orang, termasuk kau." menyahut kawannya.

"Kalau anak-anak muda yang mempercakapkannya itu bukan soal, tapi kau yang sud
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK?

05 Agustus 2008 – 13:26 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor (Rate: 8.00 / 2 votes) INVESTASI alternatif dengan janji untung besar, siapa yang tidak tertarik? Suatu sore, di satu kafe di sekitar Pancoran, saya bertemu dengan seorang pejabat yang minta bantuan saya terkait dengan rencananya untuk menulis buku. Namun ternyata, itu bukan pertemuan “bilateral” antara saya dengan pejabat tersebut, melainkan pertemuan “multilateral”. Setelah sekitar satu jam kami bebicara, datang dua perempuan cantik yang juga janji bertemu dengan sang pejabat. “Sebentar lagi saya akan ada tamu lain, tolong Mas Her jangan pergi, nanti saya akan minta Mas Her memberi pertimbangan,” kata pejabat tersebut. Tamu tersebut, ya dua perempuan cantik itu. Setelah berbasa-basi sejenak kedua perempuan itu mulai menawarkan investasi yang menurut mereka sangat menjanjikan. “Bapak boleh pilih, mau investasi di komoditas atau forex… dijamin untung karena ditangani oleh orang yang berpengalaman d ... baca ...

ORGAN TUNGGAL & SOUND SYSTEM

@driatamaenterprise KABAR GEMBIRA... DRIATAMA ENTERPRISE, yang bergerak dalam pengadaan hiburan musik hidup (live musik), kini lebih eksis lagi dalam menanggapi banyaknya permintaan dari masyarakat, yang menginginkan pertunjukkan khususnya jenis musik organ tunggal, yang dalam waktu 20 (duapuluh) tahun ini sedang ngetrend dalam masyarakat, mulai dari tingkat strata masyarakat bawah, menengah dan atas. Karena disamping harga sewanya yg sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis hiburan live musik yg lain, juga sangat praktis baik dalam jumlah personil dan perangkat yg digunakannya. Dalam menanggapi tantangan permintaan tsb, manajemen DRIATAMA ENTERPRISE yg saat ini dikomandani oleh DRIANTO MARTONO, melakukan pembenahan2 dalam hal perbaikan dan peningkatan mutu mulai dari sumber daya manusianya (organ player, singer, operator, sound engineer, dll, juga meningkatkan mutu peralatan dan teknis lainnya,terutama dalam hal mutu pelayanan, seh...

It’s My Passion

Passion bagiku adalah segalanya. Dimana kita bisa mencintai dan menikmati suatu hal pada apa yang kita kerjakan. Passion adalah rasa dimana kita bisa bergairah dan berhasrat melakukan sesuatu. Dan passion ku adalah menulis. Entah mengapa aku suka memikirkan hal yang ingin aku ciptakan. Hal-hal yang aku ciptakan memang nyaris mustahil akan nyata, karena sesungguhnya hidup yang nyata hanya Tuhan yang bisa menciptakannnya. Namun, menulis adalah jawabnya. Dimana semua yang ingin kita ciptakan, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita semua pikirkan tertuang dalam kata-kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat. Menulis adalah wadah penampung semua pikiran dan perasaan dalam diriku. Aku mulai menuangkan pikiran dan perasaanku dalam sebuah tulisan pada masa sekolah menengah. Dimana aku merasakan jatuh cinta. Ya … seperti gadis lainnya, saat jatuh cinta, dirinya akan berubah menjadi seseorang yang sensitif dan puitis. Saat itu, aku tak henti-hentinya menulis, menulis, dan menulis sampa...